Sungguh kedua betisnya lebih berat dari Gunung Uhud
Suatu hari, Abdullah bin Mas’ud bermaksud mengambil sebatang ranting di pohon untuk dijadikan siwak. Ketika berada di atas, tiba-tiba angin berembus sangat kencang sehingga tersingkaplah bagian bawah pakaiannya. Saat itu terlihat kedua telapak kaki dan betisnya yang kecil. Para sahabat yang ketika itu tidak jauh darinya, seketika menertawakannya.
“Apa yang sedang kalian tertawakan?” tanya Rasulullah kepada para sahabat.
“Kedua betis Abdullah bin Mas’ud yang kecil, wahai Nabiyullah,” jawab sahabat.
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kedua betisnya itu lebih berat timbangannya daripada Gunung Uhud di Mizan nanti.” Ucap Rasulullah membungkam tawa mereka. (HR. Ahmad)
Mengetahui perkataan itu, Abdullah bin Mas’ud sempat merasa rendah diri. Namun, perkataan Rasulullah seakan membuatnya kembali merasa percaya diri. Apalagi saat Rasulullah menegaskan bahwasannya yang dilihat oleh Allah nantinya bukanlah fisik, harta, maupun kedudukan melainkan ketakwaan.
Mengenai kecerdasannya, Rasulullah berkata, “Pelajarilah Al-Qur’an dari empat orang, Abdullah (maksudnya bin Mas’ud), Salim (budak Hudzaifah), Muadz bin Jabal, dan Ubay bin Ka’ab” (HR. Tirmidzi). Abdullah sendiri meriwayatkan setidaknya 848 hadist.

