Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia
Haditsnya shahih, diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu.
Teks Arabnya:
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ
قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ هُمْ؟
قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ، أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
Inna lillahi ahluuna minan-naas, Qaaluu: yaa Rasulallah man hum? Qaala: hum ahlul Qur'an, ahlullahi wa khaassatuh.
"Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia." Para sahabat bertanya, "Siapa mereka wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Mereka adalah Ahlul Qur'an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya."
Sumber Hadits:
HR. Ahmad No. 12279, An-Nasa'i dalam Sunan Al-Kubra 7977, Ibnu Majah No. 215, dan Al-Hakim. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' No. 2165.
Penjelasan Ulama:
Ulama menegaskan makna "Keluarga Allah" di sini bukan keluarga secara nasab atau keturunan, Maha Suci Allah dari itu, tapi adalah kiasan untuk kedekatan, kemuliaan, dan kasih sayang Allah kepada mereka.
Al-Munawi dalam Faidhul Qadir:
أي حفظة القرآن العاملون به هم أولياء الله المختصون به اختصاص أهل الإنسان به
Artinya: "Yaitu para penghafal Al-Qur'an yang mengamalkannya, merekalah wali-wali Allah yang dikhususkan oleh Allah sebagaimana kekhususan keluarga seseorang."
Mulla Ali Al-Qari dalam Mirqatul Mafatih:
المراد بهم أنهم أقرب الناس إلى الله وأكرمهم عليه
Artinya: "Maksudnya adalah mereka manusia yang paling dekat kepada Allah dan paling mulia di sisi-Nya."
Jadi yang disebut keluarga Allah adalah yang hidupnya bersama Al-Qur'an: membacanya, menghafalnya, memahami maknanya, dan mengamalkannya.

