Persatuan Islam Cicalengka Jl. Raya Timur Km. 33 Cicalengka Kec. Cicalengka Kab. Bandung · HP 0899 5092 479

Persatuan Islam Cicalengka

Informasi, kegiatan & dakwah Persatuan Islam Cicalengka

Persatuan Islam Cicalengka

Website informasi kegiatan, berita, dokumentasi, dan komunikasi Persatuan Islam Cicalengka.

Lihat Kegiatan Hubungi Kami

Profil

Selamat datang di website Persatuan Islam Cicalengka. Halaman ini menjadi pusat informasi untuk berita, kegiatan, dokumentasi, dan pengumuman organisasi.

اللهُ يَأْخُذُ بِأَيْدِينَا إِلَّا مَا فِيهِ خَيْرٌ لِلْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ

Alamat
Jl. Raya Timur Km. 33 Cicalengka
Nomor HP
0899 5092 479

Berita & Kegiatan

Dan lunakkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk buruk suara ialah suara keledai

 

 

وَٱقْصِدْ فِى مَشْيِكَ وَٱغْضُضْ مِن صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنكَرَ ٱلْأَصْوَٰتِ لَصَوْتُ ٱلْحَمِيرِ


Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
(Surah Luqman : 19)


Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman:

 

أنْتَ عَبْدِي ورَسولِي، سَمَّيْتُكَ المُتَوَكِّلَ، ليسَ بفَظٍّ ولَا غَلِيظٍ، ولَا سَخَّابٍ بالأسْوَاقِ، ولَا يَدْفَعُ السَّيِّئَةَ بالسَّيِّئَةِ، ولَكِنْ يَعْفُو ويَصْفَحُ

 

“Engkau (Muhammad) adalah hamba-Ku dan rasul-Ku, aku namai engkau Al Mutawakkil, engkau bukan orang yang keras dan kasar, bukan orang yang suka berteriak-teriak di pasar, engkau tidak membalas keburukan dengan keburukan, bahkan engkau pemaaf dan lapang dada” (HR. Bukhari no. 6622).

 

Diriwayatkan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu:

 

إِنَّ اللهَ يُبْغِضُ كُلَّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاطٍ، سَخَّابٍ فِي اْلأَسْوَاقِ، جِيْفَةٍ بِاللَّيْلِ، حِمَارٍ بِالنَّهَارِ، عَالِمٍ بِأَمْرٍ الدُّنْيَا، جَاهِلٍ بِأَمْرِ اْلآخِرَةِ

 

“Sesungguhnya Allah membenci setiap orang yang keras lagi kasar, suka berteriak-teriak di pasar, seperti bangkai di malam hari, seperti keledai di siang hari, mengerti urusan dunia tapi bodoh dengan urusan akhirat” (HR. Ibnu Hibban no. 72, didha’ifkan oleh Al Albani dalam Silsilah Adh Dha’ifah no. 2304).

 

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ألا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضاً، ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة

 

“Ketahuilah sesungguhnya setiap kalian sedang bermunajat kepada Rabb-nya, maka jangan saling mengganggu satu sama lain, dan jangan meninggikan suara satu sama lain dalam membaca (Al Qur’an)” (HR. Abu Daud no. 1332, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).

 

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إن الله رفيق يحب الرفق في الأمر كله

 

“Allah itu lembut dan mencintai kelembutan dalam semua perkara” (HR. Bukhari no. 6927, Muslim no. 2165).

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

 

من كان يؤمن بًالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه ، ومن كان يؤمن بًالله واليوم الآخر فليصل رحمه ، ومن كان يؤمن بًالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت

 

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamu. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka sambunglah tali silaturahmi. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah yang baik atau diam” (HR. Bukhari no. 60).

Al Musawwir bin Makhramah radhiallahu’anhu mengatakan:

 

وإذا تكَلَّمَ خَفَضُوا أصواتَهم عندَه ، وما يُحِدُّون إليه النظرَ؛ تعظيمًا له

 

“jika para sahabat berbicara dengan Rasulullah, mereka merendahkan suara mereka dan mereka tidak memandang tajam sebagai bentuk pengagungan terhadap Rasulullah” (HR. Al Bukhari 2731).

 

عَن أَبي عَبْدِ اللهِ الْجَدَلِيِّ قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ أُمِّ المؤْمنينَ رَضيَ اللهُ عنها عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ: لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا وَلَا صَخَّابًا فِي الْأَسْوَاقِ، وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَصْفَحُ.[رواه الترمذي وأحمد] [صحيح]


Abu Abdillah al-Jadaliy meriwayatkan, Aku pernah bertanya kepada Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- tentang akhlak Rasulullah ﷺ, maka dia berkata, "Beliau bukan seorang yang keji dan suka berkata-kata keji. Beliau bukan orang yang suka berteriak di pasar, bukan pula yang membalas keburukan dengan keburukan. Sebaliknya, beliau suka memaafkan dan berlapang dada."
[HR. Tirmizi dan Ahmad] [Sahih]